Rabu, 16 Desember 2015

Keputusan Pembelian



1.                 

1.                Remaja zaman kini itu selalu dikaitkan dengan teknologi dan juga sosial media yang di dukung juga dengan gadjet yang sangat canggih.  Dari berbagai fenomena yang hadir saat ini diantaranya adalah dengan semakin maraknya beberapa media social yang sangat digandrungi oleh remaja seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram dll berikut dengan berbagai jenis gadget dan smartphone yang mereka gunakan untuk mengakses media sosial tersebut. Dari fenomena tersebut tentunya menimbulkan dampak positif dan juga negatif. Dampak positif yang bisa diambil contohnya anak menjadi lebih up to date akan suatu hal yang baru, berbagai informasi dapat mudah diterima tanpa harus susah payah mencari, komunikasi jadi lebih efisien dan efektif, seperti yang kita tahu dengan adanya media sosial kita bisa mengetahui berbagai aktifitas, lokasi, moment dan berbagai hal didalamnya yang mudah kita dapatkan. Media sosial biasanya digunakan para remaja agar terlihat eksis dan terlihat gaul, tentunya itu semua harus didukung dengan dukungan gadget atau perangkat komuniksi seperti smartphone yang mendukung dengan bebagai spesifkasi yang canggih tentunya.
Tidak hanya berdampak positif berikut contoh dari dampak negatifnya, beberapa diantaranya bahkan sampai menimbulkan efek kecanduan dan ketergantungan akan media sosial sehingga para remaja cenderung melupakan tugas dan kewajibannya sebagai generasi muda yaitu belajar. Akhirnya dampak negatif justru semakin terasa jika tidak seimbangnya pengunaan media social dan gadget tersebut, untuk  itu alangkah baiknya peran orang tua dalam kasus fenomena kali ini.
Sebagian besar mereka lebih mengikuti trend mode di masa kini, seperti contohnya berpakain seperti orang luar negeri dan bergaya kebarat-baratan. Yang kita tahu bahwa trend mode yang ada di luar negeri itu menyimpang moral. Sedangkan Negara Indonesia terkenal dengan kesopanan dan budi luhurnya. Kalau kita menanggapi hal ini dengan negatif maka akan berdampak negatif juga untuk penerus kita selanjutnya.
Contoh yang dilakukan orang luar negeri seperti bermabuk-mabukan bahkan banyak remaja terutama kaum adam di zaman sekarang yang sudah minum-minuman keras bahkan narkoba. Mereka beranggapan bahwa jika tidak mengkonsumsi barang tersebut maka ia akan dinilai sebagai remaja yang ketinggalan zaman atau tidak gaul. Ini salah satu contoh yang salah atau tidak baik, karena kalau mereka mengkonsumsi barang-barang haram tersebut bias merusak kesehatan mereka apalagi mereka dalam tahap perkembangan terutama bagi pengguna narkoba, dampak negative dari penggunaan narkoba adalah dapat mengalami gangguan syaraf pada otak yang tidak berjalan sempurna dapat mengalami gangguan mental.
Untuk itu di zaman yang serba modern ini, mari kita sebagai penerus bangsa Indonesia harus memajukan bangsa terutama dalam kebudayaan karena Negara Indonesia yang terkenal akan kayanya kebudayaan. Hindari hal-hal yang berdampak negatif, boleh kita mengikuti gaya kebarat-baratan asalkan itu mengandung nilai yang positif.
2.      Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian suatu barang/ jasa
     Pembelian suatu barang/ jasa oleh seorang konsumen biasanya dilakukan melalui beberapa pertimbangan. Terdapat empat faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian yaitu:
1.    Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
2.    Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
3.    Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
4.    Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.

3.      Android merupakan salah satu sistem operasi smartphone yang sedang populer saat ini dikalangan pecinta gadget. Semenjak Google meluncurkan sistem operasi Android, banyak perusahaan gadget dunia memproduksi handphone Android, para perusahaan ini berlomba-lomba merancang smartphone dengan beragam spesifikasi, desain, fungsi serta dari harga Android murah sampai harga yang mahal.
Android menjadi populer dan digemari banyak pendukungnya antara lain karena, Google merilis sistem operasi Android sebagai OS Open-Source di bawah naungan Open Handset Alliance. Hal lainnya Android adalah sistem operasi yang sangat baik, cepat dan kuat serta memiliki antarmuka pengguna intuitif yang dikemas dengan pilihan dan fleksibilitas. Dan sampai saat ini Google terus mengembangkannya, sehingga OS Android terus di update. Salah satu keunggulan Android juga, handphone Android tersedia dengan beraneka macam jenis, ada yang touchscreen, QWERTY, layar besar, keindahan layar untuk menikmati film dan berbagai game. Semua jenis kebutuhan itu terjawab oleh handphone Android yang tersedia di pasaran.

4.      1. Xiaomi Redmi 1S
`                 Xiaomi Redmi 1S masuk ke Indonesia lewat situs online Lazada, dimana penjualannya menggunakan metoda Flash Sale yang hanya dijual beberapa unit saja dalam satu waktu. Dengan metoda seperti ini ternyata HP Android Xiaomi tersebut mendapatkan respon sangat positif oleh masyarakat Indonesia, karena HP Xiaomi ini ludes terjual di setiap penjualan Flash Salenya. Harga Xiaomi Redmi 1S hanya dikisaran 1,5 Jutaan, terbilang sangat murah dan terjangkau untuk semua kalangan.
Spesifikasi Xiaomi Redmi 1S diantaranya, layar berukuran 4,7 inch resolusi 720 x 1280 pixels sudah ada layar pelindung yang menggunakan AGC Dragontrail Glass. Ia masih memakai versi OS Android Jellybean v4.3, dan chipsetnya memakai Qualcomm MSM8228 Snapdragon 400. Kinerja terbilang bagus, karena ia sudah mendukung prosessor berkekuatan quad core 1.6 Ghz dan RAM 1 GB. Kapasitas internalnya 8 Gb dan mendukung slot microsd 32 GB. Sedangkan kapasitas baterainya sebesar 2000 mAh.

2. Samsung Galaxy Note 4
Samsung Galaxy Note 4 adalah HP Android yang memiliki performa dan fitur memuaskan. Hal ini memang setara dengan Harga Samsung Galaxy Note 4 yang ada dikisaran Rp.8 jutaan. Terbilang mahal, namun pantas karena spesifikasi yang Samsung usung pada seri Note terbaru itu sudah canggih.
Bermain game HD dan menjalankan banyak aplikasi akan terasa lancar. Sebab ia sudah memiliki RAM sebesar 3 GB, kapasitas internalnya 32 Gb, prosessor sudah Quad core. Ukuran layarnya terbilang besar 5.7 inch dengan resolusi 1440 x 2560 pixels. Kamera belakangnya disajikan dengan banyak fitur, resolusi kamera belakang 16 MP dan kamera depannya 3.7 MP. Kapasitas Baterai 3220 mAh yang berfitur fast charging.


3. Asus Zenfone 4s
Indonesia menjadi sasaran berbagai Vendor Smartphone terkenal di Dunia, setelah Samsung kali ini giliran Asus yang mencoba masuk ke pangsa pasar menengah kebawah di Indonesia. Membawa seri HP Asus Zenfone, Asus berhasil meraih penjualan yang terbilang fantastis untuk seri Asus Zenfone 4S. Hal ini dikarenakan harga Asus Zenfone 4S hanya dikisaran 1,5 Jutaan sama seperti Xiaomi Redmi 1S.
Dibagian spesifikasinya, HP Android Asus ini mengusung spek layar berukuran 4,5 inch lebih kecil dari Xiaomi Redmi 1S. Resolusi layarnya 480 x 854 dan sudah dilengkapi layar pelindung Gorilla Glass versi 3. Kamera belakangnya beresolusi 8 MP dan kamera depannya beresolusi VGA. Kinerja didukung oleh chipset Intel Atom Z2520 berkekuatan Dual Core 1.2 Ghz RAM nya memakai RAM berkapasitas 1 GB. Kapasitas internal 8 GB dan kapasitas baterainya 1750 mAh.
4. Evercoss Winner Y A76
Tak hanya Vendor asal luar yang berkuasa dijajaran HP Paling Laris 2015 di Indonesia, namun Evercoss yang merupakan Vendor Smartphone lokal ini mampu bersaing. Sebab beberapa tipe HP Androidnya masuk dijajaran HP Paling Laris di pasaran,salah satunya adalah Evercoss Winner Y A76 yang banyak dikenal sebagai HP Octa Core murah.
Kinerjanya sudah ditampu oleh prosessor berkekuatn Octa Core yang mampu menjalankan banyak Game HD dan aplikasi tanpa ada kendala sedikitpun. Harga Evercoss Winner Y A76 hanya dikisaran Rp.2 Jutaan, dengan harga segitu pengguna sudah bisa merasakan HP Android yang berspesifikasi prosessor Octa Core, RAM 1 GB, OS Android Kitkat, Layar 5 inch dan kapasitas penyimpanannya sebesar 8 GB. Ia juga cukup mumpuni pada sektor kameranya, dimana kamera belakangnya beresolusi 8 MP dan kamera depannya 5 MP.




5. Sony Xperia C3
HP Paling Laris 2015 yang lainnya datang dari Sony yang meluncurkan Sony Xperia C3. HP yang dibanderol dengan harga Rp.3 Jutaan ini, memiliki spesifikasi Layar 5.5 inch, prosessor quad core, RAM 1 GB, memory internal 8 GB. Yang menarik dari HP ini selain memiliki performa quad core, ia juga memiliki kamera belakang beresolusi 8 MP dan juga kamera depan yang beresolusi 5MP. Sedangkan untuk kapasitas baterainya tergolong besar 2500 mAh.
Menariknya, ia support jaringan 4G yang di Indonesia baru saja diperkenalkan dan merupakan koneksi paling cepat di Indonesia saat ini. Dipasaran sendiri belum banyak HP Android yang mendukung jaringan tersebut, hal inilah menjadi salah satu faktor daya tarik Sony Xperia C3.

6. Advan S5J
Advan Vandroid S5J atau yang lebih dikenal Advan S5J ini merupakan HP Android 1 Jutaan yang berspesifikasi kamera 8 MP dan prosessor Quad Core. Pada sekto RAM nya juga lebih baik yakni 1 GB, namun ia masih menggunakan versi OS Android Jelly Bean dan belum ada kabar akan mendapatkan versi pembaharuan ke Android Kitkat.
Layar yang ia usung terbilang luas 5 inch yang bertipe LCD. Kapasitas Internalnya sebesar 4 GB yang support dengan tambahan slot microsd sebesar 32 GB.
7. Oppo R5
Oppo merupakan salah satu vendor maju yang menuai kesuksesan sejak awal debutnya di Tanah Air. Produknya pun mampu mendapatkan hati bagi para penggunanya. Oppo R5 merupakan produk yang beberapa waktu lalu juga menjadi Smartphone terlaris. Sistem operasi Android OS, v4.4.4 (KitKat) pun dipadukan dengan performa dari Quad-core 1.7 GHz Cortex-A53 & quad-core 1.0 GHz Cortex-A53 yang dipadukan dengan chipset Qualcomm MSM8939 Snapdragon 615. Kamera 13Mp dan 5Mp serta layar AMOLED capacitive touchscreen berbody super tipis tentu menambah daya tarik ponsel premium yang satu ini.


Kamis, 15 Oktober 2015

Perilaku Konsumen



                                                                Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
Aplikasi Perilaku Konsumen dalam Bisnis
Pemahaman mengenai perilaku konsumen sangatlah penting dalam pemasaran. Menurut Engel, et al. (1994), perilaku konsumen adalah suatu tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk keputusan mendahului dan menyusuli tindakan ini. Terdapat dua elemen penting dari arti perilaku konsumen, yaitu:
1.       proses pengambilan keputusan.
2.       kegiatan fisik yang melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa ekonomis (Swastha, 1990).
3.       Pemahaman akan perilaku konsumen cerdas dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik pembeli.
4.       Ke dua, perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik.
Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat lebaran, pembuat keputusan dapat merencanakan harga tiket transportasi di hari raya tersebut. Aplikasi ke tiga adalah dalam hal pemasaran sosial (social marketing), yaitu penyebaran ide di antara konsumen.
Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif.Dan juga dapat memberikan gambaran kepada para pemasar dalam pembuatan produk,pnyesuaian harga produk,mutu produk,kemasan dan sebagainya agar dalam penjualn produknya tidak menimbulkan kekecewaan pada pemasar terseb
Pendekatan dalam meneliti perilaku konsumen
Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen.
Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif.
Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.

Pendekatan ke dua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi.
 Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perilaku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survei untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.

Pendekatan ke tiga disebut sebagai sains pemasaran yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika.
Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hierarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow (Teori hierarki kebutuhan Maslow) untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.

Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.
Proses pengambilan keputusan pembelian

Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni:

    Pengenalan masalah (problem recognition).  Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.
    Pencarian informasi (information source). Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi.Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal).
    Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation).  Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
    Keputusan pembelian (purchase decision).  Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.
    Evaluasi pasca-pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut pada masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen pada masa depan.
Faktor-faktor yang memengaruhi
Terdapat lima faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian:

1.       Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
2.       Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
3.       Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
4.       Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. ntegrasi merupakan respon atas sikap yang diambil.
5.       Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.






Kepuasan Konsumen



 Kepuasan Konsumen

Menurut Philip Kotler (1997:36) Kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja ( hasil) suatu produk dengan harapannya.

Ada beberapa pakar yang memberikan definisi mengenai kepuasan atau ketidakpuasan konsumen. Kepuasan atau ketidakpuasan konsumen adalah respon konsumen terhadap evaluasi ketidaksesuaian (disconfirmation) yang dirasakan antara harapan sebelumnya (atau norma kinerja lainnya) dan kinerja aktual produk yang dirasakan setelah pemakaiannya.

Secara definitif dapat dikatakan bahwa kepuasan konsumen (Basu Swastha, 2000) adalah : “Suatu dorongan keinginan individu yang diarahkan pada tujuan untuk memperoleh kepuasan. Dalam hal ini kita perlu mengetahui bahwa suatu keinginan itu harus diciptakan atau didorong sebelum memenuhi motif. Sumber yang mendorong terciptanya suatu keinginan dapat berbeda dari diri orang itu sendiri atau berada pada lingkungannya.

Kotler (2001 : 46) menandaskan bahwa kepuasan konsumen adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (atau hasil) yang ia rasakan dibandingkan dengan harapannya. Bila kinerja melebihi harapan mereka akan merasa puas dan sebaliknya bila kinerja tidak sesuai harapan maka akan kecewa.

Pada dasarnya tujuan dari suatu bisnis adalah untuk menciptakan para konsumen yang merasa puas. Setiap orang atau organisasi (perusahaan) harus bekerja dengan konsumen internal dan eksternal untuk memenuhi kebutuhan mereka bekerjasama dengan pemasok internal dan eksternal demi terciptanya kepuasan konsumen. Terciptanya kepuasan konsumen dapat memberikan beberapa manfaat diantaranya (Tjiptono et al, 2003) :
a. Hubungan perusahaan dengan konsumen menjadi harmonis.
b. Memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang.
c. Dapat mendorong terciptanya loyalitas konsumen.
d. Membentuk rekomendasi dari mulut ke mulut (word of mouth) yang menguntungkan perusahaan.
e. Laba yang diperoleh meningkat.

Macam-macam atau Jenis kepuasan konsumen
Kepuasan konsumen terbagi menjadi 2 :
a. Kepuasan Fungsional, merupakan kepuasan yang diperoleh dari fungsi atau pemakaian suatu produk. Misal : karena makan membuat perut kita menjadi kenyang.
b. Kepuasan Psikologikal, merupakan kepuasan yang diperoleh dari atribut yang bersifat tidak berwujud. Misal : Perasaan bangga karena mendapat pelayanan
yang sangat istimewa dari sebuah rumah makan yang mewah .

Pengukuran Kepuasan Konsumen
Menurut Philip Kotler (1997:38) ada empat metode yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen yaitu :

a. Sistem keluhan dan saran
Untuk mengidentifikasikan masalah maka perusahaan harus mengumpulkan informasi langsung dari konsumen dengan cara menyediakan kotak saran. Informasi yang terkumpul untuk memberikan masukan bagi perusahaan.

b. Survei kepuasan konsumen
Survei kepuasan konsumen dapat dilakukan dengan cara survei melalui pos surat, telephone, maupun wawancara pribadi. Dengan metode ini perusahaan dapat menciptakan komunikasi 2 arah dan menunjukkan perhatiannya kepada konsumen.

c. Ghost Shopping
Metode ini digunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan pesaing dan membandingkannya dengan perusahaan yang bersangkutan.


d. Analisis kehilangan konsumen
Tingkat kehilangan konsumen menunjukkan kegagalan perusahaan dalam memuaskan konsumennya. Perusahaan seharusnya menganalisa dan memahami mengapa konsumen tersebut berhenti mengkonsumsi produk kita. Menurut Fandy Tjiptono (1997:35), metode yang digunakan untuk mengukur kepuasan konsumen dapat dengan cara :
a. Pengukuran dapat dilakukan secara langsung dengan pertanyaan.
b. Responden diberi pertanyaan mengenai seberapa besar mereka mengharapkan suatu atribut tertentu dan seberapa besar yang dirasakan.
c. Responden diminta untuk menuliskan masalah yang mereka hadapi berkaitan dengan penawaran dari perusahan dan juga diminta untuk menuliskan masalah-masalah yang mereka hadapi berkaitan dengan penawaran dari perusahan dan juga diminta untuk menuliskan perbaikan yang mereka sarankan.
d. Responden dapat diminta untuk meranking berbagai elemen dari penawaran berdasarkan derajat pentingnya setiap elemen dan seberapa baik kinerja perusahan dalam masing-masing elemen.